Selasa, 20 Januari 2015

INFO UN 2014-2015



Mendikbud Rilis Jadwal UN 2015 untuk SMP dan SMA



Anies menyampaikan UN untuk tingkat SMA dan sederajat dilaksanakan pada 13-15 Mei 2015. Pengumuman kelulusan 18 Mei 2015. Hal tersebut disampaikan Anies dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2015).

UN SMP dan sederajat akan digelar 4-6 Mei 2015. Pengumuman kelulusan disampaikan 10 Juni 2015.

Sementara UN SD dilaksanakan berdasarkan kebijakan tiap provinsi, bukan ditetapkan Kemendikbud.

Jumlah peserta UN tahun 2015 ini ada 7,3 juta siswa dari semua jenjang. Dibutuhkan biaya Rp 560 miliar untuk menyiapkan 35 juta eksemplar naskah UN.

Biaya persiswa Rp 80 ribu. Berbeda dari tahun lalu di mana jenis soal ada 20, tahun ini hanya 5.

Anies juga menegaskan UN bukanlah satu-satunya indikator kelulusan siswa tahun ini. Kemendikbud meminta bantuan pihak sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap indikator lain di luar UN atas nama siswa yang bersangkutan.

"Kementerian menyadari kita tidak bisa menilai kinerja mutu pelayanan pendidikan semata mata karena 1 indikator. Ada 8 standar pendidikan, UN hanya salah satu dari indikator itu," jelas Anies.


Sumber : http://news.detik.com/read/2015/01/23/115931/2811817/10/mendikbud-rilis-jadwal-un-2015-untuk-smp-dan-sma?9922032



UN 2015,MENDIKBUD: Tidak ada istilah LULUS atau TIDAK LULUS

Jakarta - Mendikbud Anies Baswedan telah menyampaikan jika Ujian Nasional (UN) tetap dilaksanakan tahun ini. Hanya saja tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini UN bukanlah satu-satunya indikator kelulusan.

Hal tersebut disampaikan Anies dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2015). UN hanya satu dari 8 Indikator yang bisa menjadi rujukan kelulusan.

"Kementerian menyadari kita tidak bisa menilai kinerja mutu pelayanan pendidikan semata-mata karena 1 indikator. Ada 8 standar pendidikan, UN hanya salah satu dari indikator itu," ujar Anies.

Anies menjelaskan tak ada istilah lulus tidak lulus dalam pelaksanaan UN tahun ini. Adanya nilai capaian. Apakah setiap siswa sudah memenuhi nilai standar tersebut atau tidak.

"Saya ingin meluruskan, tidak ada lulus dan tidak lulus, adanya angka sudah mencapai atau belum. Jadi di situ letak perbedaannya. Kita menggeser dari hasil menilai jadi alat untuk belajar," jelas Anies.

"Bukan sekedar menguji hasil belajar, tapi juga bagian pembelajaran. Ini dipercayakan kepada sekolah untuk menilai siswa secara lengkap. Hasil UN bisa untuk orang tua mengetahui posisi anak dibanding rata-rata sekolah maupun rata-rata nasional," imbuhnya.


http://news.detik.com/read/2015/01/23/113458/2811771/10/un-2015-mendikbud-tak-ada-istilah-lulus-dan-tidak-lulus?nd771104bcj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar